Bandung, 20 Juni 2025 – Ruang Sidang Gedung Keuangan Negara Bandung pagi itu tampak lebih semarak dari biasanya. Puluhan mahasiswa Universitas Teknologi Digital (UTD) hadir dengan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan observasi di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung. Mereka tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi juga sebagai pembelajar yang ingin mengetahui lebih dekat bagaimana mekanisme lelang negara dijalankan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala KPKNL Bandung, Karman, yang menjelaskan pentingnya lelang sebagai instrumen resmi negara dalam mengelola aset. Ia menekankan bahwa praktik lelang tidak sekadar jual beli, melainkan mencerminkan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola keuangan negara. Suasana menjadi semakin hangat ketika perwakilan kampus, Agus Saepudin, S.H., M.H., menyampaikan apresiasinya. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. “Pembelajaran di kelas memang penting, tetapi mahasiswa juga perlu menyaksikan langsung bagaimana teori dipraktikkan. Dengan cara ini, mereka akan memahami bahwa setiap regulasi dan mekanisme yang dibuat negara memiliki alasan dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Materi inti kegiatan disampaikan oleh Ramli Simbolon, Pejabat Fungsional Pelelang KPKNL Bandung, dengan gaya penyampaian yang interaktif. Ia menceritakan sejarah panjang lelang di Indonesia serta menjelaskan prosedur pelaksanaannya. Mahasiswa tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi, menjawab kuis, dan mengajukan pertanyaan kritis. Antusiasme mereka semakin terlihat ketika simulasi lelang digelar. Dengan penuh semangat, mahasiswa memberikan penawaran harga layaknya peserta lelang sungguhan. Sorak sorai pun mewarnai ruangan ketika penawaran semakin meningkat, hingga akhirnya ditetapkan pemenang dengan harga tertinggi.
Bagi mahasiswa, pengalaman ini bukan hanya memberi pengetahuan baru, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam. Salah satu mahasiswa berkomentar, “Ternyata lelang itu seru sekali. Awalnya kami pikir hanya proses formal yang kaku, tapi lewat simulasi kami jadi tahu betapa dinamisnya. Ini juga melatih kami untuk berani mengambil keputusan cepat.” Ucapan ini disambut tepuk tangan teman-temannya yang juga merasakan keseruan serupa.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari itu menutup kunjungan dengan suasana penuh keakraban. Para mahasiswa pulang dengan membawa pengalaman baru yang tidak akan mereka temukan hanya dari buku teks. Melalui kunjungan ini, Universitas Teknologi Digital berhasil menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan pembelajaran teoritis dengan pengalaman praktis, sementara KPKNL Bandung memberi teladan nyata tentang pentingnya tata kelola negara yang profesional dan transparan.