MAPAN Hukum Vol. III UTD: Membentuk Jurist Muda Profesional dan Berintegritas di Era Digital

MAPAN Hukum Vol. III UTD: Membentuk Jurist Muda Profesional dan Berintegritas di Era Digital

Bandung — Universitas Teknologi Digital (UTD) kembali menyelenggarakan kegiatan MAPAN (Masa Pengenalan dan Pelatihan) Hukum) Vol. III bagi mahasiswa baru Program Studi S1 Hukum. Tahun ini, MAPAN hadir dengan tema “Membentuk Jurist Muda Yang Profesional, Berintegritas, Berjiwa Pancasila, dan Solidaritas di Era Digitalisasi yang Dinamis.” Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap tuntutan era digital yang semakin kompleks, sekaligus sebagai komitmen untuk membentuk lulusan hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara moral dan karakter.

Kegiatan MAPAN Hukum berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Sejak awal acara, para mahasiswa baru diperkenalkan pada budaya akademik, nilai-nilai profesionalitas, serta urgensi integritas sebagai dasar pembentukan karakter jurist muda. Momentum ini menjadi awal penting bagi mereka untuk mengenal dunia hukum secara lebih dekat, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga sikap dan nilai yang melekat pada profesi hukum.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor II Universitas Teknologi Digital, Ibu Darsiti, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah dunia hukum secara signifikan. Menurutnya, kecakapan digital kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kompetensi seorang profesional hukum. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa baru harus mempersiapkan diri menghadapi sistem hukum yang semakin terintegrasi dengan teknologi seperti artificial intelligence, basis data digital, hingga transformasi layanan publik berbasis digital.

Ibu Darsiti memberikan pesan penting bahwa seorang jurist muda harus menjunjung tinggi etika, moral, dan integritas, karena teknologi dapat membantu pekerjaan, tetapi tidak dapat menggantikan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi inti profesi hukum. “Jurist muda tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka harus adaptif, visioner, serta berpegang teguh pada integritas. Di era yang serba cepat ini, karakter menjadi fondasi utama,” ujarnya dalam sesi pembukaan.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Program Studi S1 Hukum, Bapak Alwi Al Hadad, S.H., M.H., yang menekankan pentingnya peran mahasiswa hukum sebagai agen perubahan di masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa "Dunia hukum membutuhkan sosok-sosok muda yang mampu berpikir kritis, berjiwa nasionalis, dan tetap menjunjung tinggi nilai Pancasila dalam setiap langkahnya. Tema MAPAN tahun ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa hukum harus siap berkompetisi secara global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas sosial."

Bapak Alwi juga menyampaikan harapannya agar mahasiswa baru mampu membangun budaya belajar yang baik sejak awal. Ia menekankan bahwa profesi hukum menuntut sikap disiplin, ketekunan, dan kepekaan terhadap isu-isu keadilan, sehingga MAPAN menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri menghadapi perjalanan akademik yang panjang dan penuh tantangan.

Selama kegiatan MAPAN Hukum Vol. III, mahasiswa mengikuti berbagai agenda yang dirancang untuk memperkuat pemahaman akademik dan soft skills mereka. Mulai dari pengenalan dasar-dasar keilmuan hukum, pemahaman etika profesi, latihan penalaran hukum, hingga penguatan solidaritas antar mahasiswa. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk membangun karakter mahasiswa secara utuh, sekaligus menanamkan rasa kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar Program Studi Hukum UTD.

Penyelenggaraan MAPAN Hukum Vol. III ini menjadi bukti komitmen Universitas Teknologi Digital dalam mencetak generasi hukum yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan dukungan tenaga pendidik yang profesional, lingkungan akademik yang progresif, dan teknologi yang menjadi identitas kampus, UTD berharap mahasiswa baru dapat tumbuh menjadi jurist muda yang profesional, berintegritas, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat dan negara.